Home         Who Am I         Corner         Rate Card         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

25 September 2016

Magic Banana - Ninna Lestari



32075385Judul : Magic Banana
Penulis : Ninna Lestari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9786020333939

And the blurb..

Hari-hari Alfa berubah sendu saat Alfi, saudari kembarnya, meninggal karena kecelakaan. Selama bertahun0tahun Alfa diliputi kesedihan, sampai akhirnya ia bertemu siswi baru bernama unik: Banana. Keberadaan cewek itu membuat sifat Alfa bangkit lagi.

Buat Alfa, mengerjai Banana memiliki kebahagiaan tersendiri. cewek nyentrik yang selalu membawa kotak makan berisi pisang itu mampu melupakan kesedihan Alfa. Sementara bagi Banana, mengenal Alfa adalah kesialan. Senior yang selalu memakai jaket dan beanie abu-abu itu selalu mengacaukan harapannya tentang masa SMA yang indah dan tenang.

Herannya, ada saja kebetulan yang mempertemukan Alfa dan Banana. Apakah perasaan mereka akan berubah seiring pertemuan mereka, apalagi dengan rentetan kejadian yang nggak pernah mereka duga sebelumnya?
  
Here we go..


Bagaimanapun, kematian adalah hukum alam yang tidak dapat dilawan. Manusia tidak diberi kesempatan untuk menawar, melainkan kekuatan untuk sabar

Magic Banana, menceritakan kisah seorang gadis bernama Banana dan seorang lelaki bernama Alfa. Nama yang unik. Pertemuan pertama mereka terjadi dua tahun setelah kepergian sang kembaran, Alfi. Luka yang dirasakan Alfa masih menganga lebar dan susah untuk disembuhkan. Bahkan sahabat-sahabatnya pun tak sanggup menyembuhkan luka hatinya. Alfa berubah menjadi orang yang berbeda. Tak ada yang bisa mencegahnya. Namun, semua itu perlahan berubah saat Alfa bertemu dengan Banana.

Alfa yang kala itu menjadi senior dalam acara MOS di sekolahnya. Bertemu dengan Banana. Timbul niatnya untuk menjahili Banana. Hingga Banana menjadi kesal dibuatnya. Tak hanya sampai di MOS saja, kejahilan Alfa pada Banana. Tapi berlanjut hingga masa MOS usai. Entah kenapa, kehadiran Banana membuat Alfa sedikit mengalihkan pikirannya dari Alfi. Hingga sang sahabat, Ardi, mengingatkannya, jika Alfa bisa saja jatuh cinta pada Banana. Tapi, Alfa mengelaknya.

Kadang seseorang emang butuh waktu sendirian saat sedih

Tak ada yang tahu sebenarnya jika kehidupan Alfa jauh lebih terpuruk dari sebelum kepergian Alfi. Permasalahan yang muncul di dalam keluarganya tujuh tahun yang lalu, membuat dia bersikap defensif. Padahal jauh di dalam hatinya dia rindu. Ketika sosok tersebut kembali lagi dalam kehidupannya, Alfa berubah menjadi emosional. Banana yang mengetahui permasalahan Alfa dan berniat membantunya pun, menjadi sasaran emosi Alfa. Mereka menjauh. Gengsi itu ada, namun tak sedikit dari orang yang mau menurunkan egonya demi rasa gengsi itu, termasuk Alfa.

Permasalahan hidup Alfa, membuat hubungan mereka makin dekat. Alfa berani menceritakan permasalahan hidupnya lebih dalam kepada Banana. Banana memberi nasihat, dan Alfa tertegun tak percaya dengan nasihat Banana. Hingga saat itu tiba. Benarkah perbedaan antara benci dan cinta setipis kertas? Benarkah ikhlas membawa kedamaian di hati? Lalu bagaimana kelanjutan hubungan Alfa dan Banana? Bagaimana penyelesaian permasalahan hidup Alfa dan Mamanya?

Nggak ada yang mustahil selama kita mau berusaha. Jangan bilang ‘nggak’, tapi ‘belum’

Membaca novel ini seriusan, bikin nangis, baper, ketawa, sebel, semuanya bercampur jadi satu. Penulisnya mampu merangkai kata demi kata menjadi kalimat yang bikin pembaca kesulitan untuk berpaling sejenak dari novel ini. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari novel ini. Tentang arti dari saudara, sahabat, orang tua, cinta, dan musuh.

Sosok Banana sendiri yang diceritakan disini benar-benar di luar ekspektasiku. Nggak nyangka jika Banana memiliki pemikiran seperti itu. Nasihat yang diberikan Banana kepada Alfa membuatku berpikir jika pemikiran Banana lebih dewasa dari usianya. Malah disini sikap Alfa yang berbeda jauh dari Banana, cara berpikirnya pun juga.

Solider itu nggak harus selalu sejalan dan sepemikiran, kan? Kadang perbedaan dibutuhkan sebagai pengingat

Dari Banana, aku belajar banyak hal. Jika hidup itu harus terus berjalan. Harus bisa menerima pendapat orang. Setidaknya jika orang tersebut bersalah, kita harus mendengarkannya tak hanya dari satu pihak, namun dari kedua belah pihak. Sehingga akan tercipta sebuah solusi yang setidaknya membawa kebaikan bagi masing-masing pihak.

Dari Alfa, aku belajar untuk belajar memaafkan, berdamai dan mengikhlaskan. Jika kita sudah bisa memaafkan diri sendiri, maka kita juga bisa memaafkan orang lain. Terlebih jika orang tersebut menorehkan luka yang dalam di hati kita. Dengan berdamai dan mengikhlaskan, hati serasa lebih lega, dan hidup kembali berwarna.

Karena terkadang berpura-pura tidak tahu jauh lebih baik dibandingkan menyakiti seseorang dengan mengungkit hal yang berusaha kuat disembunyikannya

Ada beberapa typo sebenarnya, tapi itu semua tertutupi dengan cerita yang beneran bikin aku nangis. Penulisnya mana sih? Gilaaaa, nulis novel perdana aja udah bikin aku jatuh cinta sampai nangis gini. Bikin tokohnya juga bikin baper banget. Itu tokohnya boleh dibawa dan dipajang di rumah nggak? #lhooo, salfok.

Novel teenlit ini benar-benar membuatku jatuh cinta. Apalagi covernya membuatku sukaaa. Unyu munyu gitu lhoooo. Terlebih sebenarnya pisang bukan salah satu buah favorit aku sih, cuma kalau dikasih pisang susu suka dimakan juga. Pisang juga mengingatkanku akan almarhumah atasanku yang sudah kuanggap ibuku sendiri. Bagaimana beliau tiada hari tanpa makan pisang dan terkadang menawariku. Jadi, kenapa aku bisa bener-bener terbawa di novel ini, karena aku pernah mengalami kehilangan, rasa sakit hati dan permasalahan yang hampir mirip dengan yang dialami Alfa. Bedanya Alfa mempunyai Banana, aku mempunyai teman yang bikin aku tetap berpikiran lurus dan nggak belok-belok.

Berbeda bukan berarti nggak lebih baik. Kadang manusia itu terlalu pemalas, mereka cuma menilai orang lain sekilas tanpa mau susah payah mengulas lebih dalam. Nggak selamanya yang tampak buruk di luar, buruk juga di dalam. Kita cuma perlu meluangkan sedikit waktu untuk memahami. Karena kita nggak bakal pernah tahu, rasa apa yang seseorang tawarkan untuk kita cecap saat mengenalnya. Entah itu manis, bahagia, atau mungkin cinta

Aku suka dengan cara penulisnya mengenalkan sosok Alfa dan orang-orang disekitar dia. Tak hanya sekilas dan tak detail, porsinya pun pas. Kemudian cara penulisnya mengenalkan sosok Banana, benar-benar bikin aku tertawa. Lucu banget. Awalnya mikirnya lucu juga yaa cewek namanya Banana, tapi setelah tahu arti nama Banana sendiri, malah bikin aku kagum.

Tokoh favoritku disini tak lain tak bukan adalah Banana. Bagaimana dia menjadi sahabat, pendengar yang baik, memberikan masukan dan nasihat tapi dengan bahasa yang tak menggurui.

Aku juga suka dengan mama Alfa yang mau berbesar hati menerima dan berdamai dengan masa lalunya. Mau memaafkan mantan suami dan istri barunya. Terlebih menerima mereka menjadi anggota keluarga. Walaupun sebenarnya masih sulit menerima alasan dibalik kesalahan yang dilakukan oleh mantan suaminya.

Ada beberapa luka yang saking menyakitkannya sampai-sampai untuk diucapkan pun terasa begitu susah, seolah ribuan duri tajam bakal ikut keluar melewati tenggorokan kalau dipaksakan. Tapi memendam luka sendirian pun hanya akan menambah beban, bertumpuk dengan luka-luka baru yang nggak bisa kita cegah datangnya, sampai-sampai rasa sakit itu bakal makin sulit disembuhkan. Dari sanalah, menulis diperlukan untuk meluapkan rasa yang nggak sanggup diucap lewat kata

Ikhlas itu bukan berarti lupa. Ikhlas cuma salah satu cara  biar kita bisa lebih lapang menjalani hidup. Seseorang yang ada di hati, akan tetap terkenang meski dia udah pergi. Jadiin gue kenangan, bukan halangan. Karena hidup loh harus terus berjalan dengan atau tanpa gue. Setiap manusia pasti akan meninggal. Orang yang ditinggalkan  harus bisa menerima dengan sabar dan lapang dada. Kematian bukan akhir dari kasih sayang, lo tetap bisa terhubung dengan  gue lewat doa

Novel ini benar-benar komplit banget. Selain cerita mengenai indahnya kehidupan di SMA, terlepas dari segala macam tugas dan hukuman, ada juga cerita tentang manisnya persahabatan, kemudian kehangatan keluarga, keikhlasan hati, rasa saling memaafkan dan mengalah serta berdamai dengan diri sendiri dan masa lalu. Dijamin deh, saat kamu membaca novel ini, kamu akan langsung jatuh cinta. Jangan lupa siapin tissue dan camilan yaaa.

Dan aku menunggu novel karya kamu yaa, kali ini aku pingin baca kisahnya Misha dan Ardi atau Nala atau Giska dan Tio, pleaseeeee...

Menerima apa adanya itu artinya mensyukuri hal-hal yang emang udah mutlak dan nggak bisa diubah. Bukan membenarkan segala kekurangan, apalagi keburukan pasangan. Kalau kayak gitu pasangan kita nggak bakal maju-maju dong

5 comments:

  1. Jadi sudah 2 review novel Banana ini yang saya baca. Dan keduanya memberikan respon positif. Saya masih belum jelas mengenai keluarga Banana sendiri, yang membuat Banana lebih dewasa dalam sikap dan pola pikir. Tambah pengen baca :)

    Recent post: Artikel Penulis Favorit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, Adin, baca.. Seru lhoo novelnya :)

      Delete
  2. Covernyaaaaaa unyuukkk...! tertarik!

    ReplyDelete
  3. Kirain ada GA nya, padahal lagi pengin banget baca teenlit :D

    ReplyDelete

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...