Home         Who Am I         Corner         Rate Card         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

21 August 2016

Jalan-jalan ke Baubau bareng Titi Sanaria




Holaaa... 

Setelah kemarin kita Ngopi Cantik sambil Mager bareng Alnira, and now it's time for Jalan-jalan ke Baubau bareng Titi Sanaria.

Udah kenal belum nih sama mbak Titi? Udah tau kan buku karya mbak Titi? Yang belum kenalan, kenalan dulu yuk sama mbak Titi. Buat yang udah kenal, akan lebih mengenal dan jatuh cinta dengan karya-karyanya.. Ho.. ho.. ho..

Oke, simak yuk acara Bincang Santai bareng mbak Titi.. 

Hallo, mbak Titi, apa kabarnya? Waaahhh, lagi sibuk apa nih sekarang, mbak?

Kabar agak kurang baik sih karena sedang sakit. Tapi karena dokternya ada di rumah, jadi bisa dirawat di rumah aja.
Kesibukan? Di kantor aja sih,  sambil ngurusin anak.

Ehm, mbak Titi, maaf yaa, ganggu waktunya sebentar. Boleh nanya-nanya kan, mbak? Ehm, mbak Titi, kalau boleh tau nih, hobi menulis itu sejak kapan sih, mbak? Ceritain dong, mbak, awal mula naskahnya diterbitin sama penerbit mayor di Indonesia, mbak? *semoga nantinya di dunia juga ya, mbak* Penasaran banget hehe..

Hobi nulis sejak SMA. Tapi waktu itu baru bisa nulis cerpen. Beberapa dimuat di majalah remaja. Setelah tamat kuliah vakum lamaaaa banget karena tugas di tempat terpencil. Apalagi lantas menikah dan sibuk ngurus kantor dan rumah. Nulis otomatis terlupakan.

Sekitar dua tahun lalu, mulai aktif membaca lagi dan niat nulis pun muncul lagi. Kali ini coba-coba ke novel.  Hasilnya?  Jelek banget!! Aku yang baca aja sampe ilfill sendiri. Hahaha... Terus belajar lagi sih. Naskah ketiga baru mulai nemu feel nulis dan gaya sendiri. Dan cerita itulah yang kemudian di kirim ke penerbit (Dongeng Tentang Waktu).

Naskah ini gak ada kabarnya setelah diterima penerbit. Aku pikir pasti ditolak, karena itu, aku kemudian minta tolong pada seorang editor senior profesional untuk mengedit naskah itu karena memang berniat menerbitkannya secara indie (bukan untuk komersial, hanya untuk koleksi pribadi dan dibagikan pada sahabat sepupuku yg berpulang karena leukemia pada peringatan ulang tahunnya. Aku lebih suka mengingat ultahnya daripada tgl kepergiannya).  Tapi oleh Mbak editor itu,  naskah novel yang sudah direvisi itu ditawarkan ke GPU dan diterima.

Bisa diceritain nggak, mbak, kenapa mbak Titi, memilih genre romance dalam setiap karya mbak? Tertarik untuk mengambil genre lain, mbak, mungkin?

Kenapa milih genre romance? Hmm... Karena lebih gampang? Gak tahu,  ya. Mungkin soal selera saja sih. 

Untuk dibaca,  aku gak pilih-pilih,  tapi untuk nulis,  kayaknya gak berniat nulis genre lain. Kemampuannya cuma di situ... 

Adakah cerita di balik penulisan semua karya mbak Titi tersebut? Ada tantangan/kesulitan tersendiri nggak, mbak? Kalau ada, di cerita apa, bab berapa, mbak?

Cerita di balik DTW?  Seperti yang sudah diceritakan di atas,  novel itu didedikasikan untuk sepupuku yang meninggal karena leukemia. Sama sekali gak berniat dikomersilkan. Makanya, untuk DTW ini,  semua royalti aku sumbangkan. 

Tantangan saat menulisnya?  Saat menulis gak ada tantangan berarti. Novel ini kelar dalam waktu dua bulan. Yang bikin ngos-ngosan adalah saat revisi. Waktu untuk revisi jauh lebih lama daripada waktu untuk menulisnya,  karena cerita ini saya tulis ulang dari awal. Menghilangkan beberapa tokoh tambahan dan memotong sekitar 100 halaman untuk menyesuaikan dengan format GPU.

Mbak Titi, apakah setiap kali mbak Titi menulis cerita selalu disertai dengan riset? Biasanya waktu yang dibutuhkan itu berapa lama, mbak?

Apakah setiap menulis disertai riset?  Tentu dong. Supaya tulisan tidak terkesan dangkal dan sekadar tempelan (baik latar atau profesi). Hanya saja,  karena gak punya waktu terlalu banyak untuk riset, makanya aku suka pakai profesi dokter karena sudah tahu pasti job description-nya. Jadi, plot hole akan lebih minim.

Ada rencana nggak, mbak Titi, setelah Dongeng Tentang Waktu, akan ada karya terbaru mbak Titi yang akan terbit dalam waktu dekat ini? Atau ada rencana lain di dalam karir kepenulisan mbak Titi?
Setelah DTW?  Ada naskah yang sedang ditangani editor sih,  tapi belum tahu gimana hasilnya. Doakan biar tembus,  ya.  

Mungkin, buat yang belum tau mengenai karya mbak Titi, bisa diceritain sedikit mbak, mengenai karya-karya mbak secara singkat?

 DTW adalah novel pertamaku yang diterbitkan dalam bentuk buku. Tapi di wattpad ada beberapa cerita yang diposting sejak tahun lalu. Masih naskah mentah dan belum diedit baik-baik.
 Menurut mbak Titi sendiri, blogger buku itu penting nggak sih, mbak, dalam karir kepenulisan mbak Titi saat ini?

Blogger sangat penting untukku pribadi sih. Karena melalui mereka novelku bisa dikenal lebih banyak orang.  Apalagi aku benar-benar baru dan belum punya nama dalam dunia penulisan.

Yang terakhir ya, mbak Titi. Ada pesan nggak untuk para pembaca setia novel mbak Titi? Dan juga untuk para blogger buku, mbak?

Aku kayaknya belum punya pembaca setia sih karena benar-benar masih baru. Ada beberapa yang mengikuti cerita-cerita yang kuposting di wattpad. Pembaca yang entah gimana bisa nyasar di situ karena aku memang gak pernah promo akun. Hehehe... Aku termasuk orang yang gak PD menunjukkan tulisan pada orang lain.

Pesan untuk yang sudah baca tulisanku,  semoga suka,  ya. 

Dan untuk para blogger,  terima kasih untuk bantuannya untuk memperkenalkan bukuku pada orang banyak.  Love you all...

***
Gimana bincang santai Peek A Book bareng mbak Titi? Asyik kan? Seru banget kan? Jadi, tambah bikin nggak sabar menanti karya selanjutnya, lagi dan lagi. Kira-kira apakah karya selanjutnya sesuai dengan apa yang mbak Titi cita-citakan? Hmm.. Kita tunggu saja tanggal mainnya.  

Makasih banyak, mbak Titi, sudah bersedia meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang santai sama Peek A Book. Semoga dengan ini bisa menjadikan kita makin akrab yaa, mbak *akrab, catet*. Hi.. hi.. hi..

Untuk karya dari Titi yang sudah terbit adalah :


30653393

Asyikkk, kelar sudah bincang santai Peek A Book bersama dengan Titi Sanaria. Sudah punya karya Titi di atas? Belum? Yuk, buruan koleksi karya-karya Titi tersebut. Don't go anywhere, tetap stay tune yaaa di blog Peek A Book.

***
Bincang santai ini menjadi pilihan dari Peek A Book untuk ikut meramaikan postingan di blog ini. Semoga dengan adanya postingan ini, semakin menambah pertemanan di antara para blogger dan penulis yaaa..
***
Tentang Titi Sanaria :

Bekerja sebagai PNS di salah satu instansi pemerintah. Tinggal di Baubau.  Suka banget masak dan bikin kue tapi malah nggak suka makan masakan sendiri.

Kamu bisa menemukan kesehariannya di Twitter | Facebook

No comments:

Post a Comment

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...