Home         Who Am I         Corner         Rate Card         Disclosure         Privacy Policy         Wishlist

23 June 2016

Full of Love with 4 Penulis Kece - Special

 


 


Holaaa... 

 


Apa kabarnya kalian? Masih semangat puasa kan yaa? Terima kasih banyak buat kalian yang masih setia bersama Peek A Book di rubrik Bincang Santai ini. Kali ini ada yang special lho di rubrik Bincang Santai. 
 

Udah tau kan yaa, kalau di twitter lagi seru ada Baca Bareng novel Around the World with Love Series batch 2. Pada ikutan nyimak nggak nih? Ceritanya jangan ditanya, pasti keren, bikin baper, melting, jatuh cinta, nano-nano deh. 
Udah tau belum yang nulis siapa aja? Yup, ada mbak Indah Hanaco, mbak Irene Dyah, mbak Arumi E, mbak Silvarani. Udah ada yang punya koleksi bukunya belum? Udah komplitkah? Kalau belum komplit, yuk, segera dikoleksi 8 bukunya. Karena.. bakalan ada batch 3 lho. Nah lho, siap-siap nabung yaaa..

Oke, berhubung ini Special banget di Bincang Santai kali ini, aku mau ajak kalian berbincang-bincang sama 4 penulis kece kita.. Penasaran? Simak yuk..



Hallo, mbak cantik.. Apa kabarnya? Lagi sibuk apa nih sekarang? Nanya dikit boleh dong yaa?

Silvarani 

Hello Asri. Kabar baik. Alhamdulillah. Kesibukan masih seputar menulis, mengajar Prancis, dan menjalani hari-hari dengan penuh suka cita #Asiiiiik :).
Nanya? Boleh nggak, ya? Boleh, dong!

Indah Hanaco

Kabar baik, Princess. Sibuknya, sudah pasti berhubungan sama dunia tulis-menulis. Boleh nanya, tapi jangan susah-susah, ya? Eh, jangan lupa sediain wafer dan milo juga

Irene Dyah

Hai Princess..

Lagi nulis untuk ATWWL yg ketiga (ihiiiy..), tentang Ajeng -- lanjutan dua novel pertamaku dulu (ihiiiy lagi)

Pasti banyak yg menanti deh. Ya kaaan.. :D  *anaknya pede*
 
 Arumi E

Halo juga Asri. Biasa deh, sedang sibuk nulis lanjutan Love in Sydney nih ;) Boleh …
 
Boleh diceritain nggak nih awal mula tercetusnya ide buat nulis Around the World with Love Series ini? Bermula dari manakah? Atau mungkin bisa kayak Asri yang tiba-tiba nemu ide pas lagi nyapu, mandi, atau ngelamun wkwkwk..

Silvarani

Terima kasih untuk pertanyaannya. Awal ide dari Around the World with Love ini berasal dari grup What’s App kita berempat dan editor kita (Mbak Arumi, Mbak Irene, Mbak Indah, Aku, dan editor kesayangan kita tersebut). Mbak Irene mencetuskan bagaimana jika kita bersatu untuk membuat buku serial yang nantinya cantik jika terpajang di toko buku. Akhirnya, dapatlah ide untuk menulis novel serial islami dengan setting di berbagai kota cantik di dunia. 

Indah Hanaco 

Mulanya, Mbak Irene lihat beberapa kaver novel dengan gaya ilustrasi yang mirip dari suatu penerbit, berjajar di toko buku dan kelihatan cakep. Dari situ, muncullah obrolan untuk membuat  sebuah seri. Sebenarnya, obrolannya lebih ke arah sekadar iseng. Sembari berharap juga, sih. Soalnya, kalau mau realistis nih, siapalah kami sampai berani berharap dibikinin sebuah seri oleh penerbit terbesar di Indonesia.

Namun, kalau sudah rezeki, nggak ada yang mustahil. Tanpa terduga, sinyal positif datang dari editor tersayang yang tak boleh disebutkan namanya (semacam Voldemort gitu). Sampai akhirnya kami meeting di bulan Oktober. Dari situ, diputuskan untuk menjadikan setting di kota-kota besar dunia sebagai benang merahnya. Fokus utamanya tentang kehidupan si tokoh di luar negeri, genrenya pop religi. Tapi, bukan religi yang berat. Intinya, kisah di seri ini bicara cinta. Empat penulis membawa sendiri versi religinya masing-masing ke dalam cerita.

Irene Dyah

Ide munculnya Around The World With Love ini karena ngeliat display buku di toko buku.. Terus ngebayangin, lucu juga kali yaa kalau bikin serial yang ditulis bareng-bareng dengan benang merah sama, dengan cover cantik, terus nanti dipajang berjejer di toko buku..

Dari situ, kita obrolin sesama penulis dan editor.. Alhamdulillah jadi deh. Dan antusiasme pembaca sungguh luar biasa..
*ciumin satu satu*

Terima kasih yaa...

Arumi E 

Awalnya dari obrolan kami berempat di grup whatsapp, aku, Mbak Indah Hanaco, Mbak Irene Dyah, dan Silvarani. Kami ingin membuat kisah yang memiliki satu tema. Kami mematangkan ide, menyampaikan ke editor, dan didukung penuh. Editor kami langsung bikin jadwal deadline. Dan kami harus kirim synopsis secepatnya. Bahkan penerbit menyiapkan covernya lebih dulu, padahal kami belum selesai menulis naskahnya. Waah, senang sekali didukung penuh oleh penerbit kami.
 
Untuk risetnya sendiri, memakan waktu berapa lama? Untuk novel Around the World with Love Series Batch 1 dan batch 2 ini? Apakah ada deadline khusus untuk penulisan novel ini?

Silvarani

Deadline diberikan oleh editor kita. Setiap novel diberikan waktu sekitar tiga bulan. Kalau riset, setiap penulis dan setiap cerita beda-beda jangka waktunya. Kalau saya, ketika menulis “Love in Paris” dan “Love in London” risetnya sekitar sebulan. 

Indah Hanaco 

Deadline sudah pasti ada. Batch 1 cuma diberi waktu sekitar 1,5 bulan. Meeting di bulan Oktober, deadline pertengahan November, novel terbit awal Februari. Batch 2 agak lama, sekitar 3 bulan. Sementara batch 3 kira-kira 5 bulan.

Soal riset, aku pribadi nggak pernah mau berlama-lama. Buatku, kadang riset untuk mencari nama bisa lebih lama dibanding riset untuk setting. Karena kalau belum mendapat nama yang dirasa bisa membuat tokohku bernyawa, aku belum bisa nulis. Untuk menentukan nama kadang bisa makan 3-4 hari.

Balik lagi soal riset setting, aku biasanya full browsing dan baca buku soal setting maksimal 5 hari. Buatku, jauh lebih sulit menentukan bagian mana yang akan diangkat ke cerita karena harus bisa menopang plot. Kalau nggak ada hubungan sama cerita, ya jangan dipakai.

Dan karena seri ATWwL bukanlah kisah nyata atau buku travel, itu memberi kebebasan buatku. Aku nggak mau terjebak menjelaskan detail tentang suatu kota. Museum-museum atau bangunan terkenalnya, misalnya. Kecuali memang berhubungan dengan cerita.

Ketika ada suatu area yang harus diceritakan, maka mati-matianlah aku riset di bagian itu. Seperti di Love in Edinburgh, contohnya. Aku harus mencari tahu sedetail mungkin tentang distrik Leith yang ada di cerita. Download peta dan rute bus Lothian yang menjadi moda transportasi darat di sana. Meskipun pada akhirnya cuma ditulis dalam satu atau dua paragraf saja.

Irene Dyah


Tentang riset. Saya perlu waktu lumayan panjang untuk risetnya. Dengan proses mematangkan outline, kira-kira sebulan..
Karena Maroko ini negara yang unik banget, jadi banyak detil yang ingin saya angkat. 
Jadinya seru kaan, ada gimmick-gimmick yang barangkali sebelumnya kita nggak tahu. Seperti kebiasaan orang Marrakesh minum jus jeruk segar, hebohnya belanja karpet, atau tentang Blue City yang seluruh kotanya berwarna biru indah..

Tapi untuk batch ketiga nanti, tidak perlu riset lagi karena saya menulis tentang kota yang pernah saya tinggali. Hehehe jadi masih hafal ..

Tiap batch ada deadline dari penerbit.

Arumi E

Sejak awal kami sudah memilih masing-masing mau setting kota apa. Aku pribadi di batch 1 memilih kota Adelaide karena ada temanku yang tinggal di sana. Dia punya teman baik orang Jerman keturunan aborigin. Aku sering mendengar cerita dia bagaimana kehidupan di Adelaide. Lengkap dengan foto-fotonya. Walau temanku itu non muslim, dia sampai bela-belain memotret masjid yang ada di Adelaide, juga toko-toko yang menjual makanan halal. Jadi proses risetnya mudah sekali berkat bantuan temanku itu. Seperti yang sudah aku bilang sebelumnya, ya, editor memberi kami deadline khusus. Bahkan setelah kami mengumpulkan naskah untuk batch 1, kami harus sudah mulai riset judul selanjutnya, lalu editor memberi deadline lagi yang harus kami tepati.
 
Boleh diceritain dikit aja, garis besar dari Around the World with Love Series ini? Apakah ada benang merahnya di setiap series? atau inti dari cerita Around the World with Love Series ini apakah? 

 Silvarani

Around The World With Love Series ini menceritakan bagaimana islam di berbagai belahan dunia. Akan tetapi, tidak melulu menceritakan komunitas islam di luar negeri, tetapi bisa juga menceritakan bagaimana perjuangan seorang muslim atau muslimah yang tengah menjalani keseharian di kota-kota cantik yang minoritas muslimnya. Cinta yang dibahas di dalam novel ini juga begitu lembut dan manis. Tak hanya cinta antar laki-laki dan perempuan, tetapi juga cinta antar saudara, keluarga, sahabat, dan tentunya cinta kepada Tuhan. Meskipun sarat dengan hal-hal bermakna reliji, cara penyampaiannya tidak menggurui dan gamblang. Tak jarang tokoh utamanya pun juga sedang belajar mendekatkan diri kepada Tuhan.

Indah Hanaco 

Seperti jawaban di nomor 2, benang merahnya adalah kota-kota cantik di seluruh penjuru dunia. Inti ceritanya tentang kehidupan umat muslim di luar negeri, suka dan dukanya sebagai kaum minoritas (untuk ceritaku).

Aku pribadi, mengangkat tema toleransi dan sedikit sains. Aku juga berusaha memasukkan beberapa pengetahuan baru. Tentang seluk-beluk dunia parfum serta aktivitas badan amal di Love in Edinburgh. Tentang kesibukan seorang chef, bridal consultant, hingga kehidupan di panti jompo dalam novel Love in Auckland.

Khusus untuk Princess, aku mau bocorin soal batch 3, Love in Pompeii. Aku membahas tentang serba-serbi balapan Formula One. Karena hero-nya, Callum Kincaid, seorang pembalap. FYI, Callum ini saudara kembarnya Alec Kincaid di novel Saujana Cinta. Oh ya, pembaca juga akan diajak jalan-jalan ke Napoli dan Pompeii

Irene Dyah

Intinya adalah tentang cinta yang diungkapkan dalam kisah yang santun dan iman. Lalu untuk setting-nya kami dibebaskan untuk mengambil negara-negara di dunia, agar pembaca bisa mengetahui tentang islam di berbagai tempat, juga budaya dan kearifan lokalnya..

Arumi E

Benang merahnya adalah pengalaman seorang muslim tinggal di luar negeri, bagaimana kehidupan di sana. Kami ingin sama-sama belajar bersama pembaca, membuka wawasan, bahwa kehidupan muslim di setiap negara itu berbeda. Di tempat yang muslim minoritas, tantangnnya mungkin sedikit lebih besar dibanding muslim di Indonesia. Tapi bukan berarti menjadi muslim di kota di mana muslim hanya minoritas itu sulit. Tetap mudah jika menjalaninya dengan baik, toleransi kepada sesama. Selalu ada orang yang paham bahwa ada kewajiban-kewajiban yang harus kita lakukan selaku seorang muslim. Selama tetap bersikap baik, maka orang lain pun akan membalas dengan sikap baik.
 
Biasanya nih, apakah dalam setiap penulisan Around the World with Love Series ini ada pengalaman pribadi yang tertuangkan di dalam cerita tersebut? Atau pengalaman teman, saudara, mungkin?

Silvarani

Setiap penulis mungkin punya jawaban yang berbeda-beda. Kalau saya, ceritanya sendiri hasil imajinasi, tetapi gambaran kota-kotanya saya riset dan banyak bertanya kepada saudara atau teman yang tinggal di sana atau kerja dan kuliah di sana. 

Indah Hanaco 

Kalau aku, lagi keranjingan nonton film-film dokumenter. Jadi, cukup banyak porsi kisah nyata yang kumasukkan di cerita, berdasarkan apa yang kutonton. Underground Magnate yang diikuti Sebastian dalam Love in Edinburgh, didasari acara Secret Millionaire. Profesi Kelly sebagai bridal consultant di Love in Auckland, sedikit banyak terpengaruh dari acara Amsale Girls.

Kehidupan Callum Kincaid sebagai pembalap di Love in Pompeii, bentuk penghormatanku tiada akhir untuk pembalap favorit sepanjang masa, Michael Schumacher.

Irene Dyah

Alur utama Love in Marrakech, Love in Blue City murni kisah fiktif.

Tapi hal-hal pendukung di dalamnya, ada juga yang saya ambilkan dari pengalaman teman. Kisah Noemie dalam Love in Blue City misalnya, bersumber dari cerita nyata seorang teman  yang dimuat dalam buku Meniti Cahaya, yaitu tentang Islam di Perancis.

Arumi E

Untuk yang batch 1, 2, 3, tidak ada pengalaman pribadiku. Semua murni hanya imajinasi. Khusus untuk Love in Adelaide, ada sedikit pengalaman dari teman warga Australia keturunan Aborigin. Bagaimana hidup bagi mereka tidak mudah walau di negeri tanah moyangnya sendiri. Kisah ini yang ingin kubagi kepada pembaca. Namun untuk batch 4,5,6 nanti, mungkin aka nada sedikit sentuhan pengalaman pribadiku, sedikit saja, hanya sebagai inspirasi, karena kota-kota yang aku pilih nanti adalah kota-kota yang memang pernah aku singgahi.
 
Menurut mbak, seorang blogger buku itu seberapa pentingkah di mata seorang penulis?

Silvarani

Tentu penting sekali. Dengan blogger buku, para penulis dapat mempromosikan bukunya ke para pembaca buku di luar sana. Bersama-sama, kita dapat membuat berbagai program seru. Misalnya saja “Give Away Novel”, “Baca Bareng di twitter”, dan lain-lain. Blogger buku juga merupakan sahabat penulis yang dapat memberi masukan, kritikan, dan komentar di setiap karya sang penulis. 

Indah Hanaco 

Buatku, blogger buku cukup penting untuk membantu promo novelku yang sudah keluar. Karena itu aku memanfaatkan bantuan mereka, mulai dari bikin blog tour sampai baca bareng.

Irene Dyah

Penting banget. Blogger bisa jadi jembatan antara penulis dengan pembacanya.

Juga sangat berharga pendapat serta masukannya untuk karya-karya saya ..

Arumi E

Sekarang ini setelah bekerjasama dengan beberapa blogger buku, aku merasakan bahwa sebagai seorang penulis sangat terbantu memperkenalkan buku karyaku kepada calon pembaca. Dari berbagai acara yang kami buat bersama, juga dari review bukuku yang dibuat blogger. Semua itu pasti ada dampak positifnya. Akan semakin banyak calon pembaca yang mengetahui kehadiran buku-bukuku.
   
Pesan dan kesan kalian untuk para blogger buku dong.. Ada kritikan dan saran mungkin?       

Silvarani 

Pesan dan kesan untuk para blogger buku, teruslah nge-blog dan mereview buku agar teman-teman pecinta buku di luar sana mudah mendapatkan info tentang berbagai hal mengenai dunia perbukuan. Untuk kritik dan sarannya, sejauh ini belum ada. Pokoknya sukses buat teman-teman blogger semuanya dan terima kasih banyak atas bantuan dan dukungannya kepada kami selama ini. 

Indah Hanaco 

Nggak usah kritikan dan saran ya, tapi harapan aja deh. Aku berharap bisa terus kerja sama bareng blogger-blogger buku. Aku sudah sering bekerja sama dengan beberapa blogger, mudah-mudahan bisa membuka peluang berkolaborasi dengan blogger lainnya.
Semoga kerja sama yang terbangun bisa memberi manfaat. Jangan sungkan memberi masukan demi peningkatan kualitas para penulis.

Irene Dyah

Banyak membaca, banyak mengulas secara obyektif, dan open minded..

Saya juga sangat menghargai teman2 blogger yang mau beramah tamah dengan penulis.. Seneeeng, jadi nambah temen, mempererat silaturahim :)
 
Arumi E

Hubungan penulis buku dan blogger buku adalah hubungan simbiosis mutualisme, hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Karena itu akan baik sekali jika kita bukan hanya bekerjasama, tapi juga berteman. Penulis butuh masukan untuk tulisannya, blogger tentu saja sangat diharapkan masukannya, bukan hanya sekadar kritik. Kritik tentu dibutuhkan, selama disampaikan dengan santun disertai saran yang kelak bisa membantu penulis meningkat kualitas karyanya. Saling menghargai profesi masing-masing, karena pada dasarnya kita sama, sama-sama senang menulis, hanya saja di media yang berbeda.
 
***
Gimana bincang santai Peek A Book bareng 4 penulis kece? Asyik kan? Seru banget kan? Jadi, tambah bikin nggak sabar menanti karya selanjutnya, lagi dan lagi. Kira-kira ada kejutan apa nih di Batch 3? Hmm.. Kita tunggu saja tanggal mainnya.  

Makasih banyak, mbak Indah, mbak Irene, mbak Arumi, mbak Silvarani, sudah bersedia meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang santai sama Peek A Book. Semoga dengan ini bisa menjadikan kita makin akrab yaa, mbak *akrab, catet*. Hi.. hi.. hi..

Untuk karya dari Around the World with Love Series yang sudah terbit adalah :

28804140  30302050 

28767607  29953610 

28767621  30302076 

28767602  29953740 

Asyikkk, kelar sudah bincang santai Peek A Book bersama dengan 4 penulis kece. Sudahkah kalian mengoleksi kedelapan bukunya? Buat yang sudah baca, gimana kesan-kesan kalian setelah membaca series tersebut? Share yuk disini, bareng aku. Don't go anywhere ya, tetap stay tune yaaa di blog Peek A Book.
***
Bincang santai ini menjadi pilihan dari Peek A Book untuk ikut meramaikan postingan di blog ini. Semoga dengan adanya postingan ini, semakin menambah pertemanan di antara para blogger dan penulis yaaa..

No comments:

Post a Comment

Feel free to leave comments ya :)
Any comments about anything, except SPAM is welcome.

Thank you for visiting, sobat! :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...